Rabu, 12 Agustus 2015
LAPORAN
PRAKTEK KERJA DUNIA USAHA, INDUSTRI DAN INSTANSI
(PRAKERIN)
PROGRAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG)
PADA(Nama DUDI) BADAN PERTAHANAN NASIONAL RI
Disusun Oleh :
SISWA PRAKERIN
NAMA PROG. KEAHLIAN
1. . . . . . . . : AKUNTANSI
2. . . . . . . . : PEMASARAN
3. . . . . . . . : ADM. PERKANTORAN
Disampaikan Kepada :
POKJA PRAKERIN SMK NEGERI 1 KENDARI
KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
AGUSTUS 2015
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Laporan : Laporan Praktek Kerja Dunia Usaha, Industri dan instansi Pemeritah (PRAKERIN) Program Pendidikan Sistem Ganda ( PSG ) Pada Periode : 25 Juni s/d 26 Agustus 2015
Nama Peserta Prakerin :
1. Wa Mey.
2. Mutiara Yulia Putri
3. Meldiana Minuhu
4. Gildha Gustriana Nasran
5. Salis Rahmania
6. Julianto Siregar
7. Windi Andina
8. Fitriyani
9. Fajrin
10. Sarianto
11. Risaldi Jaya
12. Muhazar
13. Fatimah Setya Ningrum
14. Festi Astria
KOMISI PEMBIMBING
Pembimbing Dudi/Instansi Pembimbing Sekolah
RAHMATIA, S.SiT. Wa Muliati S.Pd
Mengetahui :
Kepala Kantor Badan Pertahanan Nasional
Ir. JOKO HERIYADI, M.M.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt karena dengan limpahan rahmat dan karunia yang diberikan sehingga penulisan Laporan Akhir ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang direncanakan. Laporan “Praktek Kerja Dunia Usaha, Industri dan Instansi (PRAKERIN) Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Pada Badan Pertanahan nasional Sulawesi Tenggara yang dimulai dari tanggal 25 Juni hingga 24 Agustus 2015” ini dipersembahkan untuk memenuhi salah satu persyaratan penyelesaian studi di SMK Negeri 1 Kendari .
Laporan akhir ini disusun berdasarkan pengalaman kerja kami sebagai siswa-siswi peserta Prakerin dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada pihak sekolah khususnya Pokja Prakerin SMK Negeri 1 Kendari guna menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk Prakerin pada masa-masa yang akan datang.
Dalam proses penyelesaian laporan ini, kami mendapat bantuan dari berbagai pihak baik langsung langsung maupun tidak langsung. Oleh karenanya, dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada berbagai pihak sebagai berikut :
Pertama, terima kasih kami sampaikan kepada Bapak RAHMATIA, S.SiT.selaku pembimbing industri serta Ibu Wa Muliati S.Pd selaku pembimbing sekolah yang telah memberikan bimbingan, arahan dan masukan dalam penulisan laporan ini.
Pada kesempatan ini pula dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. Ali Koua selaku Kepala SMK Negeri 1 Kendari.
2. Bapak Ir. JOKO HERIYADI, M.M.selaku kepala Badan Pertanahan Nasional
3. Bapak/Ibu Panitia Pokja Prakerin SMK Negeri 1 Kendari selaku panitia penyelenggara Prakerin tahun 2015.
Akhirnya, kami berharap semoga segala ilmu, bantuan dan dorongan yang telah diberikan dapat bernilai ibadah dan memperoleh balasan yang berlipat ganda dari Allah Swt……. Amin.
Kendari, Agustus 2015
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN 2
KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISI 4
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 5
B. Tujuan 6
BAB II GAMBARAN UMUM KANTOR
A. Gambaran Umum Tempat Prakerin 8
B. Kegiatan Perusahaan/Instansi 9
C. Struktur Organisasi 10
BAB III HASIL- HASIL KEGIATAN PRAKERIN
A. Deskripsi Kegiatan Prakerin Akuntansi Keuangan 11
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan 10
B. Saran 10
C. Kendala-Kendala selama Praktek Kerja Industri(Prakerin) 12
D. upaya Pemecahan 1 2
Lampiran-lampiran :
1. Foto-foto kegiatan pada saat prakerin
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada era globalisasi dan informasi, kemampuan SDM dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) bukan hanya merupakan kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan. Apabila bangsa Indonesia ingin berperan dalam persaingan global, sudah selayaknya bangsa Indonesia harus menyikapi kondisi tersebut dengan program yang berorientasi pada percepatan peningkatan mutu pendidikan atau kualitas SDM Indonesia. Salah satunya melalui program kemitraan antara pemerintah daerah, dunia pendidikan (SMK), dunia usaha dan industri (DUDI) dalam rangka terlaksananya link and match (keterkaitan dan kesepadanan) antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri. Bangsa Indonesia membutuhkan upaya nyata untuk mewujudkan dan membangun “suasana sinergis“ dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing dalam era globalisasi.
Pendidikan sistem ganda (PSG) adalah salah satu strategi pokok dalam rangka operasionalisasi “link and match“ di mana suatu proses pendidikan yang melibatkan sekolah satu sisi dan industri pada sisi lain. Melalui penerapan pendidikan sistem ganda ini, diharapkan kesenjangan kualitas lulusan sekolah dengan kebutuhan kualitas tenaga kerja oleh industri dapat ditekan. Dewasa ini pendidikan sistem ganda digunakan sebagai salah satu upaya untuk mempersiapkan tenaga-tenaga profesional yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan berbagai sektor perekonomian (Sutrisno, 1996).
Ghozali (2004) menyatakan bahwa selama ini disinyalir terdapat hubungan yang kurang baik antara pendidikan dengan ketenagakerjaan. Hubungan yang kurang baik tersebut di antaranya adalah semakin meningkatnya tingkat pengangguran secara umum dan pengangguran terdidik secara khusus, tidak sesuainya antara latar belakang pendidikan dengan bidang pekerjaan yang dilakukan, rendahnya produktivitas tenaga kerja, dan kurang relevannya pengetahuan dan keterampilan yang diberikan kepada anak didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Senada dengan Ghozali, menurut Erwin Kurniadi (1995) dalam Wahyu Nurhajadmo (2008) berhasil mengidentifikasi empat kendala utama pelaksanaan PSG antara lain:
1) Umumnya peserta belum mempunyai kemampuan dasar yang memadai,
2) Mentalitas peserta masih belum siap untuk memasuki dunia kerja, khususnya dalam hal budaya kerja dan disiplin kerja,
3)Terlalu banyaknya tenaga dan pikiran yang dikeluarkan untuk memahami padatnya modul yang disediakan oleh sekolah,
4)Sarana yang disediakan pihak sekolah belum mampu mengikuti perkembangan IPTEK di dunia usaha.
Menurut hasil kajian yang dilakukan oleh Mardi Rasyid (2008) dalam Doni Gustion (2012: 4), menemukan adanya masalah pokok yang dialami dalam melaksanakan PSG adalah industri yang menjadi mitra sekolah belum mampu ikut merencanakan kegiatan belajar siswa dalam membentuk profesionalisme siswa.
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) merupakan kegiatan akademi yang bertujuan mengembangkan wawasan di bidang ilmu geodesi dan ilmu pengetahuan lainnya. Sekaligus sebagai sarana komparatif mahasiswa dengan bekal keilmuannya yang telah didapatkannya dengan melihat keadaan yang ada di dalam masyarakat melalui istansi-instansi negara atau swasta manapun yang berkaitan dengan ilmu geodesi secara langsung maupun tidak langsung.
Metode tersebut dilksanakan dalam rangka peningatan mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mencapai relevansi antara pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja.
Harapan utama dalam kegiatan prakerin ini adalah disamping meningkatkan profesiona siswa agar sesuai dengan tuntutan tenaga kerja agar siswa memiliki etos kerja yang meliputi kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreatif, hasil pekerjaan yang berkualitas serta disiplin waktu dan rajin dalam bekerja.
B. Tujuan
Pelaksanaan PSG didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam Undang-undang No.2 Tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional.PP Nomor 29 Tahun 1990, tentang Pendidikan Menengah, PP No. 39 Tahun1992, tentang peran serta Masyarakat dan Pendidikan Nasional, Keputusan Mendikbud Nomor : 0490/U/1992, tentang Sekolah Menengah Kejuruan, dan Keputusan Mendikbud nomor : 080/U/1993, tentang Kurikulum SMK sebagai berikut: “ Penyelenggaraan Pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu Pendidikan di Sekolah dan Jalur Pendidikan di luar sekolah”. dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional”.
Adapun tujuan pelaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) adalah sebagai berikut :
1) menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan professional dengan tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai tuntutan lapangan kerja
2) memperkuat “Link And Macth” antara sekolah dengan dunia kerja
3) Menerapkan program link & match pada sistem pendidikan di Indonesia
4) meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang profesional
5) Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
6) Siswa dapat merasakan langsung bekerja pada suatu instansi.
7) Untuk memperoleh pengalaman kerja di suatu instansi.
8) Untuk mengetahui lingkungan kerja yang sebenarnya dalam suatu instansi.
9) Untuk mengetahui proses-proses kerja yang terdapat di suatu instansi. Proses kerja yang dimaksud adalah bagaimana hasil produk, tenaga kerja, kedisiplinan dan keselamatan kerja.
10) Membandingkan ilmu yang diperoleh di Sekolah dengan pelaksanaan magang di dunia kerja.
11) Mengaplikasikan kemampuan praktik yang diperoleh di Sekolah ke dunia kerja.
BAB II
URAIAN UMUM
A. Gambaran Umum Tempat Prakerin
Badan Pertanahan Nasional (BPN) awalnya adalah Akademi Agraria yang didirikan di Yogyakarta pada tahun 1963, kemudian didirikan lagi di Semarang pada tahun 1964. Yang di Yogyakarta dengan jurusan Agraria, tetapi disemarang dengan jurusan Pendaftara Tanah. Pada tahun 1966, diterbitkan status Akademi Agraria. Sampai akhirnya pada tahun 1971, dibuka jurusan Tata Guna Tanah pada Akademi Agraria di Yogyakarta.
Kemudian pada tahun 1987, ketika program sarjana muda dihapuskan dan diganti menjadi Pendidikan Diploma (D3), akhirnya semua jurusan di Akademi ini ditiadakan lagi. Pada tahun 1989, pembina Akademi Agraria dialihkan dari Departemen dalam negeri ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) sampai sekarang. Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini disebut sebagai lembaga Pemerintah Non Departemen tetapi dibawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dan dipimpin oleh Kepala (sesuai dengan Perpres No 10 tahun 2006). Badan Pertanahan Nasional (BPN) mempunyai tugas yaitu melaksanakan tugas pemerintah dibidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral.
Pada tahun 1993, nama Akademi Agraria pun diganti menjadi Akademi Pertanahan Nasional.
Pada tahun yang sama Akademi Pertanahan Nasional jenjang pendidikannya ditingkatkan menjadi D4, nama Akademi pun diubah menjadi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Pada tahun 1996, dibuka program D1 Pengukuran dan Pemetaan Kadastral di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) sampai sekarang.
B. Kegiatan Perusahaan/Instansi
Badan Pertahanan Nasonal atau yang berubah menjadi Kementrian Agraria Dan Tata Ruang adalah suatu Badan pemerintah yang lahir sejak tahun 1963, .
Kementerian Agraria dan Tata Ruang mempunyai kegiatan atau misi-misi berupa:
a. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan dibidang tata ruang, infrastruktur keagrariaan/pertanahan, hubungan hukum keagrariaan/pertanahan, penataan agraria/pertanahan, pengadaan tanah, pengendalian pemanfaatan ruang dan penguasaan tanah, serta penanganan masalah agraria/pertanahan, pemanfaatan ruang, dan tanah;
b. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang;
c. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agraria dan Tata Ruang;
d. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang;
e. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Agraria dan Tata Ruang di daerah; dan
f. Pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
g. Menangani dan menyelesaikan perkara, masalah, sengketa dan konflik pertanahan secara sistematis.
h. Memastikan penguatan hak-hak rakyat atas tanah.
i. Meningkatkan pelaksanaan dan pendaftaran, serta sertifikasi tanah secara menyeluruh.
j. Penyelenggaraan dan pelaksanaan survei, pengukuran dan pemetaan dibidang pertanahan.
k. Kerjasama dengan lembaga-lembaga lain dan melakukan pengawasan dan pengendalian penguasaan pemilikan tanah.
BAB III
HASIL – HASIL KEGIATAN PRAKERIN
A. Deskripsi Kegiatan Prakerin Administrasi Perkantoran
Selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, penulis dibimbing oleh pegawai Badan Pertanahan Nasional Kota Kendari. Pada saat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan kami mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dan bagaimana seorang pegawai bertanggung jawab pada pekerjaannya.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan adalah sebagai berikut :
1) Apel Pagi
2) Mengetik Surat perjalanan dinas
3) mencatat daftar petani subjek objek
4) Mengetik berita acara penelitian lapangan
5) Menyusun, Merapikan Dan Memfailkan Data Subjek Objek
6) Fotokopi nominative keuangan
7) Mengetik lembar dua (2) SPD
8) Memprint berita acara penelitian lapang
9) Mengetik Berita Acara PPL
10) Menyusun peta kerja
11) Mengetik Cover Inventaris Barang
12) Mengetik shift keuangan
13) Mengarsip berkas keuangan
14) Menginput persediaan barang si aplikasi persediaan
15) Mengarsip berkas-berkas tanah
16) Mengarsip berkas pegawai
Didalam memasukkan data pada system computer dituntut berhati-hati dalam mengetikkan data-data agar tidak terjadi kesalahan, dan apabila terjadi kesalahan maka akan mempersulit kegiatan instansi .
BAB. IV
PENUTUP
A. Kesimpulan Prakerin
Setelah melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini, saya telah banyak memperoleh pengalaman yang bermanfaat tentang dunia kerja yang sebenarnya. Dan dari apa yang penulis laksanakan selama Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari, Penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Dengan diadakanya Prakerin, kami dapat mengenal lebih dalam tentang ilmu pengetahuan dalam Dunia Usaha.
2. Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) masing-masing bagiannya sudah dilengkapi dengan peralatan-peralatan kerja yang dapat mempermudah dan mempercepat kinerja seperti komputer.
3. Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah satu-satunya badan pengesahan hak tanah milik negara.
4. Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota kendari merupakan instansi yang bergerak dalam Bidang Hak Tanah.
5. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari Mempunyai tugas dalam membantu masyarakat untuk memperoleh hak tanah dan sertifikat kepemilikan tanah.
B. Saran-Saran
a. Saran untuk Sekolah :
Adapun saran-saran untuk sekolah yang dapat kami simpulkan antara lain :
1. Agar memberikan bekal ilmu yang lebih luas bagi siswa/siswi pada saat melaksanakan Prakerin.
2. Lebih mengawasi perkembangan siswa/siswi saat melaksanakan kegiatan Prakerin.
3. Menempatkan siswa/siswi di perusahaan yang menyangkut dengan bidang keahliannya masing-masing.
Dengan saran yang kami sampaikan untuk sekolah, kami harap dapat memaklumi dan semoga dapat bermanfaat bagi kelancaran dan kemajuan SMKN 1 kendari
b. Saran untuk Perusahaan :
Berdasarkan pengalaman yang kami lakukan selama mengikuti kegiatan Prakerin di Badan Pertahanan Nasional kami dapat menyimpulkan antara lain :
1. Perlu adanya program khusus yang dapat langsung menginput data dan mencetak laporan hak tanah.
2. Perlunya dibuat batas waktu selesainya sertifikat tanah agar pemilik tanah dapat memperkirakan kapan selesainya sertifikat tersebut tanpa harus menunggu dengan ketidakpastian yang selama ini mereka dapatkan.
3. Sebaiknya menggunakan komputerisasi disemua bagian atau seksi.
C.Kendala-Kendala selama Praktek Kerja Industri ( Prakerin )
Kendala-kendala yang kami alami selama mengikuti kegiatan Prakerin antara lain :
a. Pada awal pelaksanaan PKL, saya merasa kaku dan canggung karena baru pertama kali menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.
b. Kurangnya beradaptasi dengan lingkungan kerja.
d. Kurangnya berkomunikasi dengan para pegawai di Kantor Pertanahan Nasional Kota Kendari, mengakibatkan penulis bingung apa yang harus dikerjakan.
e. Pada saat pengerjaan tugas-tugas yang diberikan Pembimbing di Kantor Pertanahan Nasional Kota Kendari, apabila melakukan kesalahan yang tidak disengaja menjadi segan terhadap pegawai walaupun sebenarnya tidak pernah ditegur.
D. Upaya Pemecahan
a. Terus berusaha untuk bisa melakukan Praktek Kerja lapangan di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Kendari dengan sebaik-baiknya dan melakukan yang sesuai dengan pembimbing di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota kendari.
b. Meminta bantuan untuk bisa bekerjasama baik dalam pengerjaan tugas-tugas yang diberikan oleh pembimbing di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Kendari maupun memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
c. Selalu berusaha untuk menjalin komunikasi yang baik, baik dengan para pegawai di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota kendari maupun anak PKL yang lainnya.
d. Selalu bertanya dan memperhatikan didalam penyelesaian tugas yang sudah diberikan oleh pembimbing di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Kendari.
LAMPIRAN
Diisi dengan Foto kegiatan secukupnya beserta Keterangan
Contoh;
Mengerjakan Laporan Perusahaan
Dll.
Langganan:
Postingan (Atom)